Gambaran & Rekayasa Proyek
Kebutuhan Manajemen Bisnis Ritel
Bisnis ritel dengan 5 hingga 20 cabang sering menghadapi masalah klasik: selisih stok antara gudang pusat dan toko cabang, ketidaktahuan produk mana yang sedang fast-moving di cabang tertentu, dan keterlambatan laporan omzet yang memakan waktu berhari-hari.
Fitur Kunci & Arsitektur
- Sinkronisasi Stok Antar Cabang Berbasis Transaksi ACID: Memastikan stok tidak bisa terpotong ganda saat dua cabang memesan barang yang sama di gudang pusat.
- Matriks Analitik Laba-Rugi Per Cabang: Dashboard interaktif yang menampilkan margin kotor, biaya operasional toko, dan efisiensi omzet harian.
- Peringatan Reorder Otomatis: Sistem mendeteksi tren penjualan dan menyarankan jumlah pesanan ulang ke supplier sebelum stok di rak habis.